Kontak Kami

    Kampus I (Sarjana) :
    Jl. H. Prof. Soedarto, SH. - Tembalang Semarang 50275 | Telp. +62 24 76486851 / 76486853 | Fax. +62 24 76486852 | Mail. feb@undip.ac.id |


    Kampus II (Pasca, Diploma & PPA) :
    Jl. Erlangga Tengah No.17 Semarang 50241 | Telp. +62 24 8449211 / 8446409 | Fax. +62 24 8449212 |


News

Kuliah Umum Departemen IESP : Peran Kebijakan Fiskal Dalam Mendukung Pengembangan Blue/Green Economy

Senin, 29 Agustus 20

Penguatan Kemampuan Sumber Daya Insani Melalui Program TOT Keuangan Syariah

Kamis 25 Agustus 201

Tawaran Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestari Akademik (BPP-PPA)

Berkenaan dengan sur

Penambahan Kuota Beasiswa Bidik Misi Kemenristekdikti RI

Berkenaan dengan s

MM FEB UNDIP Mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah dengan Pembicara Direktur SMF dan Guru Besar FEB UNDIP

Magister Manajemen F

News

Kuliah Umum Departemen IESP : Peran Kebijakan Fiskal Dalam Mendukung Pengembangan Blue/Green Economy
Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:46:23

Senin, 29 Agustus 2016, Departemen IESP FEB UNDIP mengadakan acara kuliah umum mahasiswa baru dengan tema "Peran Kebijakan Fiskal Dalam Mendukung Pengembangan Blue/Green Economy". Kuliah umum ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan Departemen IESP FEB UNDIP setiap tahun nya untuk menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 yang sudah memulai perkuliahan pada 15 Agustus lalu.

Untuk kegiatan kuliah umum kali ini dihadirkan pembicara dari Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim - Badan Kebijakan Fiskal : Joko Tri Haryanto. Joko menjelaskan mengenai isu - isu yang terjadi dengan perubahan iklim di Indonesia yaitu dalam pola pemanfaatan sumber daya alam seperti air, laut, hutan, perkebunan, transportasi dll, yang tidak terkendali sehingga berpengaruh terhadap perubahan iklim yang terjadi di Indonesia.

Peran kebijakan fiskal dalam menanggulangi isu-isu perubahan iklim yaitu untuk melakukan konservasi dan perlindungan sumber daya alam dapat didukung dari kebijakan anggaran fiskal baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan. Dengan dibuatnya instrumen fiskal, pemerintah berupaya untuk mendorong perubahan perilaku dari masyarakat, komunitas dan perusahaan untuk menurunkan aktifitas yang merusak ingkungan dan mendorong peningkatan aktifitas yang berdampak memulihkan lingkungan.

Dalam komitmen untuk penurunan efek gas rumah kaca, pemerintah mengalokasikan penurunan emisi di lima sektor utama di tahun 2020, yaitu bidang kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri dan limbah. Namun, jumlah investasi dan aliran dana yang diperlukan untuk mencapai target pengurangan emisi dan peningkatan kemampuan adaptasi jauh lebih besar  dibandingkan dengan dana  yang tersedia dari dana publik, maka diperlukan peran serta dan investasi dari swasta dan pasar.

0 0 0
Loading...
Connect with FEBUNDIP